Sunday, December 11, 2016

Disain Rumah Apung di Berbagai Negara

Konsep kampung deret atau rumah apung sebenarnya bukan suatu yang baru di masyarakat Indonesia. Di Kalimantan Selatan misalnya, sebagai Negeri Seribu Sungai, masyarakat kawasan ini telah lama mengenal rumah apung yang disebut Rumah Lanting.


Sebagai negara maritim yang memiliki banyak pulau dan dialiri sungai, kampung deret dan rumah apung menjadi konsep yang tepat bagi sejumlah permasalahan pemukiman warga, mengingat kehidupan masyarakat yang bermukim bantaran laut dan sungai menjadi suatu hal yang tidak bisa ditolak.


Tak hanya di Indonesia, konsep kampung deret juga banyak diadopsi negara berkembang di Eropa. Di Belanda misalnya, rumah apung dibuat dengan desain yang modern. Berikut enam desain modern rumah apung di beberapa negara di dunia.

Rumah Apung Zitadelle, Belanda


Fakta menunjukan, lebih dari setengah orang-orang yang tinggal di Belanda bermukin di bawah permukaan laut. Menyadari hal tersebut, pemerintah Belanda bukan merelokasi penduduk yang tinggal di bantaran sungai, namun memfasilitasi mereka dengan membangun rumah apung bergaya modern. Zitadelle di Belanda menjadi contoh menarik, dibangun menggunakan pondasi beton, dan bagian bawahnya dilengkapi denganstereofoam, membuat rumah tetap aman saat permukaan air naik.
“Kami berpikir, kehidupan di atas air sudah menjadi bagian dari kami ketimbang terus di darat,” kata Koen Olthuis, arsitek yang merancang rumah apung di Belanda, seperti yang dikutip dari bussinesinsider.
Kini rumah apung di Belanda sudah mencapai 10 ribu unit dan seperempat bagiannya bersandar di kanal-kanal Amsterdam. Disesain dengan sangat minimalis namun modern, rumah apung ini menjadi jalan keluar yang tepat bagi lahan kota yang makin terbatas.
Malcew Float House



Rumah terapung yang dirancang oleh arsitek Dymitr Malcew berhasil mengadopsi konsep rumah terapung tradisional ke dalam hunian modern. Menggunakan platform yang mengambang, proyek rumah terapung yang didanai perusahaan pengembang asal Prancis ini, bisa dipindahkan dengan sangat mudah. “Konsep rumah terapung ini terinpirasi dari alam, keterbukaan, dan gaya hidup mewah,” ungkap sang arsitek seperti dikutip dari lama huhmagazine.
Tom Givons Float House



Siapa yang menyangka jika rumah semi apung yang dikenal dengan nama Tom Givons Float Houses dulunya adalah sebuah kapal tenggelam yang sebagian besar bagiannya rusak. Namun di tangan seorang arsitek bernama Tom Givone, bangkai kapal ini disulap menjadi rumah terapung besar yang membuat decak kagum banyak orang, seperti diungkap laman boswrest.
Berlokasi di Narrowsburg, New York, rumah semi apung ini menginspirasi berdirinya banyak rumah apung lain. Disebut rumah semi apung, mengingat pondasi bangunan rumah sebagian berada di atas tanah, dan sebagian lain menjorok ke danau.
The Water Nest



Memiliki bentuk yang unik namun modern, The Water Nest merupakan rumah apung karya arsitek berkebangsaan Italia bernama Giancarlo Zema. konon pembanguan rumah apung seluas 100 meter ini menggunakan bahan-bahan bangunan yang sudah tidak terpakai. Selain menjadi jalan keluar bagi persoalan pemukiman di kawasan pesisir, rumah apung ini juga ramah lingkungan karena mendaur ulang bagian-bagian yang sudah tidak terpakai.
Seattle Floating House



Perkampungan apung ini pertama kali dibangun dengan tujuan sebagai tempat bermukim para pekerja kayu. Awalnya rumah dibangun di atas rakit, kemudian seorang arsitek bernama Eric Cobb diminta untuk mendesain sebuah hunian terapung di kawasan tersebut. sang arsitek mengakui, dirinya perlu mengadakan riset yang mendalam untuk menciptakan rumah apung di kawasan tersebut agar dapat mengambang dengan baik. menggunakan bahan beton ringan, yang dilengkapi dengan strerofoam, rumah-rumah tersebut kini menjadi hunian bagi banyak orang.
Floating House Huron



Penggunaan material kayu sebagai dinding eksterior menjadikan rumah apung yang berada di danau Huron, Ontorio, kanada ini nampak mewah dari kejauhan. Bagian kaki-kakinya yang menggunakan paralon dengan struktur baja yang dirancang khusus, membuat rumah ini mampu mengapung dengan baik di atas air.

Rumah Apung Solusi Banjir dan Rob

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR Ir M Basuki Hadimuljono MSc meresmikan rumah apung di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jumat (25/11). Bangunan seluas 10 x 14 meter ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Rumah apung di Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang yang diresmikan oleh Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Rumah apung di Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang yang diresmikan oleh Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Di kawasan Tanjung Mas terjadi penurunan muka tanah 10-20 centimeter per tahun. Dengan mengadopsi rumah apung yang ada di Belanda, teknologi rumah apung ini dinilai bisa membuat terbebas dari rob karena dapat mengikuti permukaan air laut.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR bersama Pemkot Semarang mampu mengerjakan rumah apung ini selama 6 bulan. Dan diklaim dapat menghemat biaya hingga 40 persen dibanding bangunan rumah pada umumnya.
”Rumah apung ini juga mampu bertahan minimal selama 50 tahun. Harapannya bisa ditiru oleh masyarakat sekitar dan wilayah pesisir di Indonesia,” kata Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono, usai peresmian dengan pengguntingan rangkaian bunga didampingi Sekda Kota Semarang Adi Trihananto.
Selain dijadikan sebagai balai pertemuan warga, rumah apung ini juga memiliki perpustakaan yang menyediakan beragam buku seperti buku pelajaran hingga buku cerita. Sehingga para pelajar di wilayah ini dapat belajar di dalam rumah apung ini.
Adapun konsep bangunan apung ini dengan Sistem Modular Wahana Apung (Simowa) dengan cara memanfaatkan gaya apung air. Terdiri dari dua bagian yakni bagian ponton dan struktur atas. Ponton terdiri dari foam, besi bertulang dan beton. Sementara struktur bangunan atas menggunakan kombinasi baja barat, baja ringan dan bahan lokal seperti bambu yang sudah diawetkan.
Sedangkan strukturnya berlantai dua dengan konsep bangunan ramah lingkunan, mandiri dalam kebutuhan energi, dan tidak mencemari lingkungan. Di mana lantai bawah dan atas dirancang dengan konsep menyatukan kebutuhan pertemuan warga, perpustakaan hingga penyampaian informasi pemerintah di kawasan tersebut.
Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto menyampaikan terimakasih pada semua pihak  yang mewujudkan Kampung Bahari Tambaklorok. Rumah apung ini bagian dari pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok. Di mana konsep pembangunan kampung bahari memfokuskan pada tiga hal yaitu peremajaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, sumber daya lokal.
”Ke depan apabila masyarakat setuju wahana apung ini bisa dikembangkan menjadi hunian apung untuk warga Tambaklorok. Sehingga warga sekitar tidak terbebani lagi biaya untuk meninggikan rumahnya (karena rob),” kata Adi Trihananto.

Es Seluas Dua Kali Ukuran Daratan Indonesia Mencair di Benua Antartika


Tahun 2016 memang kurang menggembirakan bagi penduduk kota di tepi pantai seperti jakarta, Surabaya, Semarang, Tuban, Demak dan 24 kota lain yang kebanjiran rob. Bahkan dua Desa di Kecamatan Sayung yaitu Sriwulan dan Bedono sepanjang tahun tergenang air laut. Para ahli cuaca baru-baru ini menemukan data lapisan es sangat luas di Benua Antartika telah mencair. Tumpukan-tumpukan es di benua tersebut akhirnya mengalami dampak dari temperatur bumi yang semakin memanas di tahun ini.

Baca selengkapnya »

Bongkah Es Seluas Lebih dari India Telah Menghilang Tahun Ini

Pemanasan global terus menghantui. Hingga saat ini bila dihitung total es yang sudah menghilang sebanyak 3,76 juta kilometer persergi.

Bongkah Es Seluas Lebih dari India Telah Menghilang Tahun IniEs Antartika mencair (Getty)
Lautan es yang berada di lepas pantai Antartika dan Arktik mencapai rekor terendahnya pada bulan November lalu, dan saat ini para ilmuwan melaporkan bahwa kita sudah kehilangan es sebanyak 3,76 juta kilometer persegi atau berukuran lebih dari total luas India.
Baca selengkapnya »

Saturday, December 10, 2016

Hubungan Erat Antara Terorisme Dan Virus Pemahaman Takfir Yang Menyimpang

Para ulama Ahlus SUNNAH wal Jama’ah menjelaskan di dalam kitab-kitab Aqidah Dan Manhaj mereka maupun melalui ceramah-ceramah mereka bahwa tersebarnya pemikiran Dan gerakan TERORISME di negeri-negeri kaum muslimin sepanjang sejarah Islam memiliki sebab-sebab, dan diantara sebabnya yang paling utama adalah SIKAP EKSTRIM DALAM MASALAH TAKFIR (mengkafirkan seorang Muslim, baik rakyat maupun pemerintah).
Baca selengkapnya »

Astaga, Ditemukan Bom Rice Cooker yang Akan Diledakkan di Istana Negara

Masih segar dalam ingatan kita tragedi Bom Bali yang menyebabkan Indonesia terkenal (dalam arti buruk) secara Internasional. Bom pertama diledakkan tahun 2002 dan bom kedua tahun 2005. Bom tahun 2002 menelan korban jiwa paling tinggi yaitu 202 jiwa ditambah 209 orang terluka. Insiden bom ini sangat merusak citra Indonesia hingga beragam negara memberikan travel warning ke Indonesia.
Bom Bali memiliki target utama turis asing, namun bom yang baru ditemukan polisi di Jalan Bintara Jaya 8, Bekasi sabtu ini langsung menarget Istana Negara, salah satu simbol Negara Indonesia.
Istana negara yang selesai dibangun tahun 1804 ini sudah berumur lebih dari dua abad namun masih mampu memenuhi tugasnya sebagai tempat tinggal presiden. Sekarang ada yang berencana untuk meledakkanya dengan bom ‘rice cooker’ yang memiliki daya ledak tinggi. Saat artikel ini dipublish tim gegana masih berusaha untuk menjinakkan seluruh bom yang ada.
Bom yang ditemukan berjumlah tiga buat dengan berat total 3 kilogram. Polisi sudah mengevakuasi warga dengan jarak sejauh ratusan meter untuk menghindari hal-hal tang tidak dinginkan. Menurut polisi, bom dengan daya ledak tinggi ini dibuat tangan dan yang pasti membutuhkan tingkat pelatihan yang tinggi. Tidak mungkin dapat membuat bom dengan daya ledak tinggi tanpa pelatihan terlebih dahulu.
Implikasi Dari Rencana Pengeboman Istana Negara
Rencana untuk mengebom Istana Negara tidak dapat dianggap remeh sama sekali. Bila bom ini berhasil diledakkan maka seluruh mata di Indonesia dan Internasional akan langsung menyorot ke pemerintahan kita. Masa Istana Negara yang memiliki pengamanan sangat ketat bisa kecolongan?
Beruntung tim polisi berhasil mengagalkan rencana ini sebelum bom dikirim ke Istana Negara. Bahkan penemuan bom saja di Istana Negara akan sangat mencoreng reputasi Indonesia karena bisa-bisa terdapat bom sedekat itu di area Istana Negara. Belum lagi resiko akan korban jiwa dan luka-luka yang akan terjadi bila bom benar-benar meledak. Negara lain bisa saja akan mengeluarkan travel warning lagi ke Indonesia.
Insiden penemuan bom ini terjadi saat suhu politik di jakarta sedang memanas. Para teroris ini mungkin saja memanfaatkan momen ini untuk melancarkan aksinya. Saat semua mata sedang terpaku pada kasus penistaan agama Ahok, mereka akan meledakkan bom berdaya ledak tinggi di Istana Negara. Kekacauan politik dapat terjadi karena bisa saja ada penjabat tinggi negara yang terkena. Bahkan bila rencana bom ini berhasil, kelompok teroris lain akan mendapat ‘semangat’ untuk melancarkan aksi-aksi yang lebih sadis lagi.
Para polisi juga perlu untuk mencari siapa penyandang dana para teroris ini. Biaya melatih dan merakit bom berdaya ledak tinggi tidak mungkin sedikit. Bisa saja dana ini berasal dari organisasi teroris asing seperti ISIS. Setelah gagal di sarinah bisa saja mereka merencanakan pembalasan dengan bom yang lebih kuat dengan target yang lebih besar.
Polisi sendiri menduga Bahrun Naim sebagai otak dibalik penemuan bom di bekasi ini. Bahrun Naim sendiri pernah ditangkap namun sudak bebas pada Juni 2012. Bahrun Naim sudah sering disebut-sebut sebagai dalang berbagai rencana bom di Indonesia dengan tujuan menciptakan negara serupa ISIS di Indonesia. Informasi terakhir yang diberikan polisi Naim sedang berada di Suriah mendukung kelompok teroris ISIS.
Tujuan pengeboman ini sama dengan pengeboman-pengeboman sebelumnya. Yaitu untuk menciptakan teror di masyarakat. Para pelaku teror juga percaya bahwa apa yang mereka lakukan akan mendapat ganjaran surga. Tentu saja hal ini tidak bisa dibenarkan. Pembunuh orang tidak bersalah tidak mungkin mendapat tempat disurga. Masyarakat saja menolak teroris, apalagi surga?
Masalahnya adalah masih banyak orang berpendidikan rendah yang mau mendapat jalan pintas ke surga. Memiliki hidup yang pas-pasan dan pendapatan yang rendah menyebabkan orang-orang ini sangat mudah terdoktrin untuk tergoda janji masuk surga. Tinggal pencet satu tombol langsung masuk surga, siapa yang tidak mau? Meski hanya perlu berpikir 1 menit untuk mengetahui bahwa hal ini sangat salah, pikiran mereka telah tertutup. Yang penting SAYA masuk surga, tidak peduli siapa yang terbunuh. Penulis sendiri tidak bisa mengerti jalan pikiran seperti ini.
Akhir kata, salut dengan kinerja kepolisian yang berhasil mematahkan rencana pengeboman ini. Rencana teroris di Indonesia sudah banyak yang gagal karena keberanian dan kecerdasan para polisi. Bila diluar negeri diperlukan tim SWAT dengan peralatan lengkap, kita hanya perlu para polisi yang berani melawan teroris hanya dengan pistol dan baju dinas. (10/12/2016)

Tuesday, December 6, 2016

Kebenaran Ditentukan Banyaknya Orang Demo?

Massa berkumpul dalam jumlah besar disebabkan sentimen agama adalah hal biasa, jangankan cuma ngumpul, disuruh mati pun demi agama pasti banyak yang mau, apalagi kalau dijanjikan surga. Jadi ngumpul-ngumpul seperti aksi 411 atau 212 kemaren ga ada yang aneh kok, naik haji yang bayar puluhan juta aja setiap tahun jutaan orang berkumpul dari seluruh dunia, malah antriannya bisa sampai belasan tahun karena kuota yang datang dibatasi oleh pemerintahan saudi arabia.
Baca selengkapnya »

Gerhana, Mitos Matahari dan Bulan Ditelan Raksasa

Fenomena gerhana matahari atau bulan menurut mitologi nenek moyang orang Jawa dikaitkan dongeng buto (raksasa) memakan bulan atau matahari. ...